Rony Gunawan

JAKARTA – Gelar di level junior memang tidak terlalu banyak diraih. Namun di level profesional sudah cukup banyak koleksi gelar yang didapatkan center Satria Muda (SM) Britama, Rony Gunawan. Saat masih bergabung di CLS Good Day, gelar top block, top rebound dan most defensive player menjadi langganan pria yang dikenal kalem ini. Sederet gelar pribadi tanpa gelar juara buat tim yang dibelanya menjadi alasan Rony pindah ke SM di penghujung tahun 2005.

“Saya ingin merasakan gelar juara. Ini alasan utama saya pindah ke SM selain bayaran yang lebih baik,” ungkapnya jujur. Keinginan Rony terwujud. Tak cuma gelar juara tapi juga bonus dua gelar MVP diraihnya. Final Turnamen IBL 2006 dan final Kompetisi IBL 2006 menjadi saksi ketangguhan pemain asal Samarinda ini.

“Kebahagiaan saya lengkap. Tim saya juara dan saya menjadi MVP. Rasanya luar biasa,” ucapnya.

Euforia kemenangan yang diraih bersama tim barunya ternyata tidak berlangsung lama. Target baru sudah dicanangkan Rony. Tidak tanggung-tanggung, ia menargetkan SM kembali menjadi yang terbaik di IBL musim 2007 dan 2008.

Tak cuma di level kompetisi antarklub domestik,target prestasi di level

antarnegara juga menjadi menjadi sasaran. Meraih medali bersama timnas basket putra di SEA Games 2007 Thailand menjadi target terdekatnya.

“Tentunya yang saya lakukan pertama harus lolos dari seleksi dan masuk ke dalam timnas SEA Games 2007. Jika sudah terpilih baru saya berusaha agar timnas mendapatkan medali. Emas kalau boleh,” tekadnya.

Bukan tanpa alasan Rony mencanangkan target tinggi. Menurutnya sukses yang telah berhasil diraih selama ini antara lain berkat gairah dan motivasi yang timbul untuk mencapai target tersebut. Ujung- ujungnya performa maksimal di lapangan pun hadir.

“Memang harus seperti itu. Jika cepat puas dengan prestasi sebelumnya kita tidak akan

berkembang. Selain memasang target, keseriusan untuk menggapainya juga tak kalah penting,”tegasnya.

Pertandingan Antarkelas
Entah apa jadinya jika tidak ada pertandingan basket antarkelas di SMU WR Supratman, Samarinda, tempat Rony menuntut ilmu. Gara-gara pertandingan antarkelas inilah anak kedua dari empat bersaudara ini mulai tertarik serius di basket. Apalagi kemudian salah seorang temannya mengajak bergabung ke klub basket Abadi .

“Sejak masuk ke klub saya merasa permainan saya semakin membaik. Padahal dahulu saat pertama main di pertandingan antarkelas saya hanya ditugaskan menghalang-halangi lawan saja untuk mencetak angka,”kenangnya.

Pekan Olahraga Pelajar Daerah dan Pekan Olahraga Pelajar Wilayah pernah diikutinya. Namun karena ka

lah bersaing dengan daerah lain, Kalimantan Timur yang dibelanya gagal tampil di Pekan Olahraga Pelajar Nasional.

Tahun 1998 setamat SMU, Rony hijrah ke Surabaya . Universitas Surabaya menawarkan bergabung lewat jalur prestasi melihat bakat besar basketnya. Ia pun memilih jurusan Ekonomi Manajemen.

Tak menunggu lama klub CLS menariknya bergabung di tim junior. Tahun 1999 ia sudah bergabung dengan tim CLS yang berlaga di Kobatama meski lebih lama duduk di bangku cadangan.Baru saat Eddy Santoso menukangi CLS tahun 2000, Rony mendapat kepercayaan lebih banyak bermain.

“Salah satu gim yang paling berkesan adalah saat mengalahkan SM di Malang tahun 2001. Waktu itu empat free throw saya semuanya masuk dan membawa CLS menang,” katanya.

Terus Mengasah Kemampuan
Kecepatan dan timing tepat dalam melakukan rebound ataupun block menjadi kelebihan pemain yang memakai kostum bernomor 32 di SM. Akurasi medium shoot yang tinggi juga membuat dirinya sulit diben

dung lawan. Segala keunggulan ini ternyata tidak membuat dirinya puas.

“Saya masih kurang dalam permainan post up . Padahal ini penting jika bertanding melawan pemain dari negara lain. Saya tidak bisa hanya mengandalkan tembakan dan postur saya saja tapi juga kekuatan fisik,” ucapnya.

Tak heran jika ia terus berupaya mengasah kemampuannya. Selain latihan rutin bersama tim, ia juga melakukan latihan tambahan sendiri. Ini dilakukan sejak masih bergabung bersama CLS hingga sekarang. Fitness merupakan salah satu pilihan untuk menambah kekuatan fisiknya.

Menjadi lebih mudah karena tempat fitness tepat berada disamping mess SM.

Ketenaran dan materi yang didapat ternyata tidak menarik minat Rony untuk berlama-lama bermain basket. Sebab itulah pria yang saat berada di Samarinda gemar memancing ini memutuskan untuk pensiun usai kontraknya bersama SM habis dua musim lagi.
“S

aya ingin menyelesaikan kuliah saya juga kemudian bekerja. Kalau pensiun kelamaan nanti masuk ke dunia kerjanya juga sudah kelewatan umurnya,” alasannya.

Saat ini Rony memikirkan jalan untuk segera menyelesaikan kuliahnya yang terus tertunda. Ia berharap saat pensiun, ia juga telah berhasil menamatkan studi.

Data Diri
Nama: Rony Gunawan
Panggilan: Rony, Rogun, Acong
Lahir: Samarinda 20 Agustus 1980
Tinggi/berat: 193 cm/87 kg
Anak ke: 2 dari 4
Orangtua: Yanto Gunawan (ayah),Yuliati (ibu)
Pendidikan: SD Katolik WR Supratman, Samarinda 1986; SLTP Katolik WR Supratman, Samarinda 1992; SMU Katolik WR Supratman, Samarinda 1995; Universitas Surabaya 1998-sekarang
Hobi: nonton film, sepakbola, memancing
No Sepatu: 48
Pebasket idola: Tim Duncan, I Made Sudiadnyana
Karir Klub: Abadi, Samarinda 1997; CLS 1998; Satria Muda Britama 2005-sekarang (isr)

Leave a comment »

Kelly Purwanto

Kelly Purwanto adalah pemain bola basket putra Indonesia yang lahir di Jakarta tanggal 3 Agustus 1983 dan bermain di klub IBL Kalila Jakarta. Pada tahun 2006 ini ia berhasil meraih MVP IBL untuk kompetisi reguler.

Biografi

Kelly baru serius bermain basket saat duduk di bangku SMA. Ia kemudian bergabung dengan Satria Muda junior serta bermain di Libama bersama STIE Perbanas tahun 2001. Setahun berikutnya, ia mengantar kampusnya menjadi juara nasional. Tahun 2003 ia masuk daftar pemain SM di Kobatama dan hanya bermain empat pertandingan. Hanya itu kiprahnya bersama SM di ajang Kobatama. Ia mengalami cedera punggung. Tahun 2004 ia tak lagi masuk daftar pemain SM, namun tahun itu menjadi momentum berarti baginya. Kelly menjadi satu andalan DKI Jaya meraih emas PON serta mengantar Perbanas menjadi juara Libama Nasional. Kalila pun merekrutnya dengan menukar opsi pertama memilih rookie IBL 2005. Kelly pun menjadi ikon Kalila, namanya melambung pesat. Ia terpilih dalam All-Star IBL di tahun pertama penampilannya. Kini ia sudah memiliki kontrak dengan satu produk basket tenar. Kelly juga sempat bergabung dalam pelatnas SEA Games Manila, meski kemudian hanya tercatat sebagai pemain dalam pantauan. “Obsesi saya adalah menjadi pemain nasional. Entah kapan itu terjadi, tapi saya akan terus berusaha,” tekadnya. Melihat potensinya, Kelly memiliki kesempatan meraih mimpi tersebut.Kini Kelly bermain di klub Garuda Bandung

Profil

  • Nama:Kelly Purwanto
  • Klub: Garuda Bandung
  • Lahir: Jakarta, 3 Agustus 1983
  • Tinggi/Berat: 178 cm/67 kg
  • Orangtua: Abednego Purwanto-Aryani Astuti
  • Posisi: Guard
  • Idola: Allen Iverson, Ali Budimansyah

Prestasi

  • 2001 Runner-up Libama Nasional
  • 2002 Juara Libama Nasional, Juara Kontes 3 Point Adidas Asia Streetball di Shanghai Tiongkok.
  • 2004 Runner-up Sister City (PON DKI), Medali emas PON Sumsel bersama tim DKI, Juara Libama Nasional.
  • 2005 Pelatnas SEA Games, IBL All-Star.
  • 2006 MVP IBL

Leave a comment »

Hello world!

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!

Comments (1) »